Thursday, August 11, 2016

Masyarakat Ancam Palang Semua Kantor SKPD di Dogiyai

 Oleh Agustinus Dogomo.
 
Massa aksi di halaman kantor DPRD Kabupaten Dogiyai, Rabu (3/8/2016) kemarin. (Foto: Agustinus Dogomo-Dok.SP)

Dogiyai, — Masyrakat kabupaten Dogiyai Papua yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Peduli Budaya Mee (SRPBM) mendesak DPRD Dogiyai dan bupati kabupaten Dogiyai untuk segera gelar dialog tentang kasus miras ilegal yang telah merengut nyawa 8 pemuda Dogiyai.

Tak hanya itu, mereka juga meminta agar pemkab Dogiyai dan DPRD Dogiyai segera tindak tindaklanjuti Pakta Intgritas tentang Miras yang sudah dikeluarkan oleh gubernur provinsi Papua sera menertibkan peredaran minuman keras secara bebas yang terjadi di Dogiyai dengan membuat Perda.
“Kami tuntut agar dalam minggu ini bupati dan DPRD Dogiyai gelar dialog dengan kami masyarakta Dogiyai. Kalau tidak, kami akan palang kantor DPRD, bupati, semua kantor SKPD dan juga kami akan mogok untuk tidak ikut upacara pada 17 Agustus nanti,” tegas Bendiktus Goo kepada suarapapua.com pada Senin (8/8/2016) di Dogiyai, Papua.

Goo juga mengatakan, jika pejabat Dogiyai tidak mengundang solidaritas rakyat peduli budaya Mee untuk membicarakan dan mecarikan solusi atas masalah ini, pihaknay akan melakukan apa pun yang bisa dilakukan.
“Kami sudah menjadi korban dari Miras ini. sudah cukup banyak yang meninggal akibat miras. Kami minta supaya pemda segera tangani. Supaya tidak boleh lagi ada korban,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Karena sudah dekat 17-an, maka Pemkab Dogiyai untuk semua SKPD mulai terlaihat memasang umbul-umbu dan bendera. Tapi sesunguhnya pemkab ini tidak peduli dan dengan kematian pemuda minuman oplosan.
“Ini sangat kami sesalan,” tegasnya lagi.

Sementara, Diakon Alex Pigai, Pr menambahkan, masyarakat mengadakan demo damai untuk masa depan bukan. Bukan untuk saat ini saja.
“Demo damai ini jelas, mendesak pemerintah Kabupaten Dogiyai, untuk menindaklanjuti Perda  tentang Miras yang ditetapkan Lukas Enembe, Gubernur Papua. Kabupaten Dogiyai hadir untuk menyelamatkan manusia dan alamnya, bukan untuk membunuh atau memusnahkan manusia dan alamnya,” katanya.

Dari pantauan media ini di lapangan, massa yang tergabug dalam SPRBM melakukan demo ke kantor DPRD Dogiyai. Massa lalu diterima oleh Elias Anouw, didamping tiga Anggota DPRD antara lain Apel Boma, Yani Bobii, dan Marselino Tekege.

Pada kesempatan itu Elias Anouw mengatakan, pada hari Rabu pekan kemarin pihaknya telah sepakat bahwa, sebenarnya dialog itu direncanakan untuk digelar pada Senin kemarin, namun karena ada persoalan lain yang mengganjal sehingga tidak dilakukan.
“Hari ini harusnya kami melakukan dialog dengan DRPD, setiap SKPD dan SPRBM guna menemukan solusi atas berlaku berjualan minuman oplosan. Namun tidak terjadi, karena ada pemakaman almarhum Andi Auwe, Kabag Umum di Sekwan Dogiyai meninggal pada Minggu kemarin,” jelas Anouw.

Anowu berjanji, bahwa pihaknya akan berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait. Sehingga masalah tersebut tidak berlarut-larut.
“Tunggu kabar dari pihak Eksekutif dan Legislatif dalam minggu ini. Kami akan undang supaya kami lakukan dialog tentang Miras di Dogiyai,” katanya.(www.suarapapua.com)

Post a Comment